Read in | English | Español | Français | Deutsch | Português | Italiano | 日本語 | 한국어 | 简体中文 | 繁體中文 | العربية | Dansk | Nederlands | Filipino | Finnish | Ελληνικά | עִבְרִית | हिन्दी | Bahasa | Norsk | Русский | Svenska | Magyar | Polski | Română | Türkçe

Latihan dan asma

Aktivitas fisik dapat memicu gejala dalam kebanyakan orang dengan asma. Gejala dapat terjadi selama atau setelah menjadi aktif.

Tapi aktivitas fisik secara teratur baik bagi kita semua. Pada kenyataannya, dokter menyarankan bahwa kebanyakan orang, termasuk orang-orang dengan asma, mendapatkan minimal 30 menit aktivitas fisik yang moderat hampir setiap hari dalam seminggu.

Kabar baiknya adalah bahwa jika Anda memiliki kontrol yang baik Anda asma, latihan seharusnya tidak menjadi masalah bagi Anda. Pada kenyataannya, kebanyakan orang dengan asma harus mampu berpartisipasi dalam aktivitas fisik mereka seperti tanpa gejala asma. Berikut adalah beberapa hal yang dapat Anda lakukan untuk mencegah atau mengurangi latihan-induced asma:

  • Konsultasikan dengan dokter Anda tentang penggunaan pendek-bertindak beta2-agonist inhaler sekitar 15 menit sebelum latihan. Hal ini biasanya dapat mencegah dan mengendalikan latihan yang disebabkan asma. Anda juga dapat menggunakan obat ini untuk meringankan gejala selama dan setelah latihan. Tapi ingat untuk membiarkan dokter Anda tahu jika Anda harus menggunakannya sering selama atau setelah latihan. Ini mungkin merupakan tanda bahwa Anda perlu untuk mulai mengambil kontrol harian jangka panjang obat-obatan atau untuk meningkatkan dosis Anda.

Bacaan lebih lanjut