Read in | English | Español | Français | Deutsch | Português | Italiano | 日本語 | 한국어 | 简体中文 | 繁體中文 | العربية | Dansk | Nederlands | Filipino | Finnish | Ελληνικά | עִבְרִית | हिन्दी | Bahasa | Norsk | Русский | Svenska | Magyar | Polski | Română | Türkçe

Apa Autoimunitas?

Autoimunitas adalah kegagalan organisme untuk mengenali bagian-bagian penyusunnya sendiri sebagai''diri'', yang memungkinkan respon imun terhadap sel sendiri dan jaringan. Setiap penyakit yang hasil dari seperti respon imun yang menyimpang disebut penyakit autoimun. Contoh menonjol meliputi penyakit seliaka, diabetes mellitus tipe 1 (IDDM), lupus eritematosus sistemik (SLE), sindrom Sjögren, Churg-Strauss Syndrome, tiroiditis Hashimoto, penyakit Graves, idiopatik purpura thrombocytopenic, dan rheumatoid arthritis (RA). ''Lihat Daftar penyakit autoimun''.

Kesalahpahaman bahwa sistem kekebalan tubuh individu benar-benar tidak mampu mengenali antigen diri''''bukanlah hal baru. Paul Ehrlich, pada awal abad kedua puluh, mengusulkan konsep autotoxicus horor, dimana 'normal' tubuh tidak me-mount respon imun terhadap jaringan sendiri. Jadi, setiap respon autoimun itu dianggap abnormal dan didalilkan untuk dihubungkan dengan penyakit manusia. Sekarang, diterima bahwa respons autoimun merupakan bagian integral dari sistem kekebalan tubuh vertebrata (kadang-kadang disebut 'autoimunitas alami'), biasanya dicegah dari penyakit yang menyebabkan oleh fenomena toleransi imunologi untuk diri-antigen. Autoimunitas tidak harus bingung dengan alloimmunity.

Bacaan lebih lanjut


Artikel ini berlisensi di bawah Lisensi Creative Commons Attribution-ShareAlike . Ini menggunakan bahan dari artikel Wikipedia pada " Autoimunitas "Semua bahan yang digunakan diadaptasi dari Wikipedia tersedia di bawah persyaratan Lisensi Creative Commons Attribution-ShareAlike . Wikipedia ® itu sendiri adalah merek dagang terdaftar dari Wikimedia Foundation, Inc