Peneliti Yale menunjukkan peran penting dari lipid membran yang disebut phosphatidylinositol-4 ,5-bifosfat (PtdIns (4,5) P2) dalam komunikasi informasi antara sinapsis di otak, menurut sebuah penelitian yang diterbitkan minggu ini di Nature .
"Studi ini adalah yang pertama untuk menunjukkan bahwa menurunkan kadar lipid ini di terminal saraf mempengaruhi efisiensi neurotransmisi," kata penulis senior, Pietro De Camilli, Eugene Higgins Professor Biologi Sel dan Howard Hughes Medical Institute penyidik.
Laboratorium de Camilli telah secara ekstensif mempelajari mekanisme yang mendasari bersepeda vesikel sinaptik, kantung-kantung kecil berisi neurotransmitter bahwa pertukaran informasi antara neuron. Vesikel sinaptik melepaskan isinya mereka di persimpangan antara terminal saraf dengan menggabungkan dengan membran plasma dimana mereka dengan cepat kembali menginternalisasi, reload dengan neurotransmiter, dan digunakan kembali.
Para peneliti rekayasa genetika tikus laboratorium yang tidak memiliki enzim PIPK1-gamma pada sinapsis. Enzim ini memainkan peran utama dalam sintesis PtdIns (4,5) P2, anggota dari kelas yang disebut lipid phosphoinositides. Tikus lahir tanpa PIPK1-gamma tampaknya normal, tetapi mereka tidak dapat makan dan meninggal dengan cepat. Studi sistem saraf mereka mengungkapkan tingkat lebih rendah dari PtdIns (4,5) P2 dan gangguan parsial baik dari proses fusi vesikel sinaptik serta daur ulang mereka.