Read in | English | Español | Français | Deutsch | Português | Italiano | 日本語 | 한국어 | 简体中文 | 繁體中文 | Nederlands | Bahasa | Norsk | Русский | Svenska | Polski

Kematian warga sipil telah meningkat secara dramatis di Irak sejak negara itu menginvasi Maret 2003

Published on October 29, 2004 at 8:27 AM · No Comments

Kematian warga sipil telah meningkat secara dramatis di Irak sejak negara itu menginvasi pada Maret 2003, menurut sebuah survei yang dilakukan oleh para peneliti dari Johns Hopkins Bloomberg Sekolah Kesehatan Masyarakat , Universitas Columbia Sekolah Keperawatan dan Al-Mustansiriya Universitas di Baghdad.

Para peneliti menemukan bahwa sebagian besar kematian dikaitkan dengan kekerasan, yang terutama hasil dari aksi militer oleh pasukan Koalisi. Kebanyakan dari mereka yang tewas oleh pasukan koalisi adalah perempuan dan anak-anak. Namun, para peneliti menekankan bahwa mereka tidak menemukan bukti perilaku yang tidak tepat oleh tentara Koalisi.

Survei itu merupakan upaya negara-lebar pertama untuk menghitung jumlah kematian warga sipil di Irak sejak perang dimulai. Amerika Serikat militer tidak menyimpan catatan tentang kematian warga sipil dan pencatatan oleh Departemen Kesehatan Irak terbatas. Studi ini diterbitkan dalam, 29 Oktober 2004, edisi online dari The Lancet.

"Temuan kami perlu diverifikasi secara independen dengan kelompok sampel yang lebih besar. Namun, saya pikir survei kami menunjukkan pentingnya mengumpulkan informasi korban sipil selama perang dan bahwa hal itu bisa dilakukan, "kata pemimpin penulis Les Roberts, PhD, asosiasi dengan Sekolah Bloomberg Pusat Kesehatan Masyarakat untuk Darurat Internasional, Bencana dan Pengungsi Studi.

Para peneliti melakukan survei mereka pada bulan September 2004. Mereka dipilih secara acak 33 lingkungan dari 30 rumah dari seluruh Irak dan mewawancarai penduduk tentang jumlah dan usia dari orang-orang yang tinggal di rumah masing-masing. Lebih dari 7.800 warga Irak dimasukkan. Warga ditanyakan tentang jumlah kelahiran dan kematian yang terjadi dalam rumah tangga sejak Januari 2002. Informasi juga dikumpulkan tentang penyebab kematian dan keadaan masing-masing. Bila mungkin, kematian itu diverifikasi dengan sertifikat kematian atau dokumentasi lainnya.