Read in | English | Español | Français | Deutsch | Português | Italiano | 日本語 | 한국어 | 简体中文 | 繁體中文 | العربية | Dansk | Nederlands | Ελληνικά | Bahasa | Русский | Svenska | Polski

Kristal neon kecil nyaris tak terlihat dengan mata manusia yang bisa merevolusi diagnosis kanker

Published on May 26, 2005 at 7:25 AM · No Comments

Para ilmuwan yang didanai oleh Asosiasi untuk Penelitian Kanker Internasional telah mengembangkan kristal neon kecil nyaris tak terlihat dengan mata manusia yang dapat merevolusi diagnosis kanker dan pengobatan di jalan besar.

Dalam salah satu kolaborasi interdisipliner internasional dan terbesar di amal yang berbasis di Inggris telah mendanai, peneliti dari Perancis, Rusia dan Inggris yang mengkhususkan diri di bidang yang sangat-kompleks nanoteknologi telah mengembangkan metode pelabelan molekul tertentu dalam sel menggunakan partikel nano penanda skala yang dapat dideteksi dengan fluoresensi mereka sangat kuat bila ada cahaya dari ultraviolet untuk merah bersinar pada mereka.

Sudah tim menggunakan mereka untuk mempelajari sampel jaringan dari pasien untuk mendeteksi dan memonitor real time dalam molekul spesifik di dalam sel kanker, dimungkinkan karena serangkaian kemenangan ilmiah yang sebelumnya tidak tercapai.

Yang pertama adalah untuk mengetahui bagaimana untuk mensintesis nanocrystals dalam jumlah yang cukup besar untuk menggunakan mereka untuk mempelajari sampel biologis. Selanjutnya mereka harus membuat mereka larut dalam air dan tahap ketiga adalah untuk mengembangkan sebuah lapisan untuk nanocrystals yang mencegah mereka dari yang terlalu beracun untuk bahan biologis.

Setelah rintangan telah diatasi, Dr Igor Bronstein dari University of York (saat ini bekerja di Institut Kesehatan Hewan di Compton, Berkshire) bersama dengan Profesor Igor Nabiev dari Reims, di Perancis dan Vladimir Oleinikov dari Akademi Ilmu Pengetahuan Rusia di Moskow menggunakan metode canggih kimia protein untuk melampirkan nanocrystals untuk antibodi dan menggunakannya untuk mengidentifikasi molekul p-glikoprotein yang dikenal untuk membuat sel-sel kanker resisten terhadap kemoterapi.