Read in | English | Español | Français | Deutsch | Português | Italiano | 日本語 | 한국어 | 简体中文 | 繁體中文 | Nederlands | עִבְרִית | Bahasa | Русский | Svenska | Polski

Cytomegalovirus memperburuk aterosklerosis melalui mekanisme autoimun

Published on June 1, 2007 at 10:15 PM · No Comments

Sebuah studi baru yang dilakukan oleh para peneliti dari Universitas Verona dan Institut G. Gaslini di Genova, Italia, menegaskan peran penting yang dimainkan oleh infeksi sitomegalovirus dalam patogenesis aterosklerosis.

Aterosklerosis adalah penyebab utama morbiditas dan mortalitas di seluruh dunia. Faktor risiko klasik termasuk merokok, hipertensi diabetes, dan kadar kolesterol tinggi dikenal memainkan peran penting dalam patogenesis penyakit yang juga mengakui pengaruh genetik. Namun, diketahui bahwa kejadian kardiovaskuler akut dapat terjadi tanpa adanya faktor-faktor risiko umum disebutkan. Baru peradangan dan infeksi agen telah terbukti memainkan peran penting dalam timbulnya kejadian kardiovaskuler akut.

, Online akses terbuka PLoS ONE menerbitkan sebuah studi baru pada hubungan antara infeksi Cytomegalovirus dan aterosklerosis, dilakukan oleh Prof Roberto Corrocher dan Claudio Lunardi dari Universitas Verona dan oleh Prof Antonio Puccetti dari Institut G. Gaslini di Genova, Italia.

Para peneliti yang sama telah menunjukkan bahwa infeksi sitomegalovirus dapat bertanggung jawab dari lesi vaskular awal khas dari proses aterosklerotik. Mekanisme yang terlibat dalam lesi vaskular adalah asal autoimun: antibodi diarahkan terhadap protein tertentu dari virus yang mampu mengikat molekul diekspresikan pada permukaan sel-sel yang melapisi dinding arteri (sel endotel) dan menyebabkan kematian mereka (apoptosis) melalui mekanisme yang disebut "mimikri molekuler."