Hasil dari sebuah studi baru telah membuat lebih mudah bagi para ilmuwan untuk membedakan antara pembuluh darah tumbuh pada jaringan sehat dan yang berhubungan dengan tumor.
Ini adalah temuan penting karena perbedaan ini, terutama pada tingkat molekul, tetap sulit untuk beberapa waktu. Penelitian, yang dirilis dalam edisi Juni jurnal Cancer Cell, diterbitkan oleh Cell Press, memiliki implikasi menarik untuk pengembangan lebih selektif terapi bertarget vaskular antikanker.
Sebuah strategi utama untuk menghancurkan sel-sel kanker telah mengganggu pembuluh darah tumbuh yang mendukung pertumbuhan tumor. Namun, saat ini terapi bertarget vaskular juga dapat merusak pembuluh darah normal tumbuh. Ini menjadi perhatian karena pembentukan pembuluh darah baru atau angiogenesis, terus terjadi pada orang dewasa, misalnya, selama kehamilan, menstruasi, dan penyembuhan luka. Dr Brad St Croix dan rekan dari National Cancer Institute di Frederick dilaksanakan serangkaian penelitian yang bertujuan mengidentifikasi penanda yang dapat digunakan untuk membedakan antara berkembang biak pembuluh darah pada jaringan normal dan berpenyakit.
Para peneliti sistematis mengkaji pola ekspresi gen dalam sel-sel endotel yang melapisi pembuluh darah yang berasal dari jaringan beristirahat normal, regenerasi jaringan, dan tumor. Suatu perbandingan kapal normal mengungkapkan beberapa organ-spesifik gen endotel yang berpotensi membantu dalam pengiriman obat molekuler untuk situs anatomi tertentu. Penelitian ini juga mengungkapkan 13 gen yang selektif diekspresikan dalam pembuluh darah tumor. Meskipun fungsi sebagian besar gen baru diidentifikasi dalam pembuluh darah tumor tidak jelas, banyak dari gen menyandi protein permukaan sel, membuat mereka menarik target untuk pengembangan agen terapi baru.