Read in | English | Español | Français | Deutsch | Português | Italiano | 日本語 | 한국어 | 简体中文 | 繁體中文 | Nederlands | Bahasa | Русский | Svenska | Polski

Para peneliti menemukan mekanisme baru menjelaskan pengaruh promosi H pylori terhadap kanker lambung

Published on October 28, 2007 at 11:02 PM · No Comments

Pembentukan kanker terbukti menjadi proses multi-tahap, multi-mekanisme hewan dan manusia.

Sebagai karsinogen yang pasti, peran Helicobacter pylori (H pylori) dalam pembentukan kanker lambung masih belum jelas. Sebuah artikel yang akan diterbitkan pada 7 November di World Journal of Gastroenterology mengungkapkan suatu mekanisme baru menjelaskan pengaruh promosi H pylori terhadap kanker lambung.

Gap junction adalah struktur dasar yang diperlukan untuk diferensiasi sel, fisiologi dan fungsi tissular normal dari organ-organ tubuh. Hilangnya kesenjangan persimpangan fungsional telah dijelaskan dalam sel kanker dan menyebabkan hipotesis bahwa tipe seperti komunikasi antar terlibat dalam proses karsinogenesis. Sampai sekarang, banyak data telah terakumulasi, yang menyatakan bahwa kesenjangan komunikasi antar junctional (GJIC) sering mengalami penurunan atau tidak ada pada kanker seperti kanker hati, kanker kulit, kanker kandung kemih, kanker payudara, kanker paru-paru, dan sebagainya. Namun, perubahan GJIC di H pylori-terkait kanker lambung telah sedikit dieksploitasi.

Pada artikel ini, para peneliti diperlakukan garis sel manusia lambung in vitro dengan bakteri utuh dan ekstrak disonikasi dua strain H pylori dengan protein virulensi CagA. Ini adalah positif (CagA +) dan negatif (CagA-), masing-masing. Setelah pengobatan semalam, GJIC sel diukur dengan teknik bernama redistribusi fluoresensi setelah photobleaching (FRAP). Para penulis menemukan bahwa kedua CagA + dan CagA-H pylori strain dapat menghambat GJIC sel lambung bila dibandingkan dengan kelompok kosong. Selain itu, efek penghambatan pada GJIC sel lambung dari CagA H pylori + lebih berarti dibandingkan dengan CagA-.

Kesimpulan penulis menekankan hubungan erat antara pylori H dan kanker lambung. Para penulis menunjukkan bahwa H pylori dapat membuat sel-sel diawali dari kanker lambung melarikan diri dari kontrol yang tetangga dengan GJIC menghambat. Akibatnya, H pylori, terutama + CagA strain, memainkan peran penting dalam proses perkembangan kanker lambung.

Hasil artikel ini memberikan arah yang inovatif untuk mengembangkan obat baru untuk mengobati kanker lambung. Itu berarti obat yang mampu mengembalikan GJIC dalam sel dengan kekurangan gap junction dapat digunakan dalam pencegahan dan / atau perawatan kanker lambung manusia.

http://www.wjgnet.com/