Published on December 10, 2007 at 4:17 AM
Para ilmuwan di Jerman mengatakan anak-anak muda yang tinggal dekat pembangkit tenaga nuklir memiliki risiko lebih tinggi secara signifikan mengembangkan bentuk leukemia dan kanker lainnya.
Menurut laporan sebuah studi oleh para peneliti di University of Mainz telah menemukan hubungan antara jarak antara rumah anak dan pembangkit listrik terdekat nuklir dan risiko kanker berkembang, seperti leukemia, sebelum ulang tahun kelima mereka.
Penelitian dilakukan atas permintaan Kantor Federal untuk Perlindungan Radiasi (BFS) di daerah dekat 21 reaktor atau mantan reaktor.
Di daerah-daerah, 77 kasus kanker yang ditemukan di antara anak balita dan 37 anak-anak tinggal dalam radius 5 kilometer (3 mil) dari pembangkit listrik tenaga nuklir telah dikembangkan leukemia antara tahun 1980 dan 2003, sebuah peningkatan 60 persen dari rata-rata nasional 17.
Risiko ini tampaknya 117 persen lebih tinggi ketika leukemia hanya dipertimbangkan.
Laporan ini menyarankan ahli radiasi lain percaya understates mempelajari masalah ini dan mengatakan ada risiko kanker meningkat untuk anak-anak yang tinggal berjarak 50 kilometer dari reaktor.
Menteri Lingkungan Jerman Sigmar Gabriel dikatakan mencermati penelitian tetapi Jerman sudah memiliki rencana untuk prematur menutup semua pembangkit tenaga nuklir oleh 2020s awal.
3f9a1b05-c953-4bd5-8ddf-1c54f086d728|2|3.0