Read in | English | Español | Français | Deutsch | Português | Italiano | 日本語 | 한국어 | 简体中文 | 繁體中文 | Nederlands | Filipino | Bahasa | Русский | Svenska | Polski

Aspirin mengurangi risiko kanker payudara

Published on March 10, 2008 at 4:50 AM · No Comments

Menurut laporan Inggris yang baru, mengambil obat-obatan seperti aspirin dapat mengurangi risiko kanker payudara sebanyak 20 persen.

Laporan yang terakhir 21 penelitian ke dalam penggunaan obat anti-inflammatory drugs (NSAID) dilakukan selama 27 tahun terakhir, menemukan pengurangan risiko 20 persen dalam kejadian kanker payudara.

Profesor Ian Fentiman dari Guy dan rumah sakit St Thomas di London, yang melakukan tinjauan mengatakan obat tersebut juga bisa membantu mengobati perempuan yang sudah memiliki kanker payudara.

Profesor Fentiman mengatakan NSAID, kelas obat penghilang rasa sakit umum yang meliputi ibuprofen, bisa membantu menangkal penyakit saat mereka muncul untuk menawarkan perlindungan yang signifikan terhadap kanker payudara di tempat pertama dan dapat memberikan tambahan yang berguna untuk pengobatan saat ini tersedia untuk wanita yang sudah memiliki penyakit.

Fentiman menunjukkan bahwa sementara penelitian baru-baru ini menggunakan NSAID telah menunjukkan tentang pengurangan risiko 20 persen dalam insiden kanker payudara, manfaat ini mungkin terbatas untuk menggunakan aspirin saja.

Kajian ini didasarkan pada 11 studi wanita yang sudah menderita kanker payudara dan 10 yang dibandingkan perempuan yang tidak dan tidak memiliki penyakit.

Namun Fentiman percaya penelitian lebih lanjut perlu dilakukan pada jenis obat yang tepat, serta bagaimana hal itu diberikan, sebelum kampanye apapun diluncurkan mendesak perempuan untuk mengambil obat secara teratur.

Profesor Fentiman mengatakan tujuan seperti tinjauan adalah untuk memeriksa berbagai penelitian yang diterbitkan, mempertimbangkan semua temuan dan menentukan apakah kesimpulan menyeluruh tercapai.