Ilmuwan yang bekerja di Institut Nasional MRC untuk penelitian medis telah menunjukkan bahwa faktor-faktor lingkungan dapat mempengaruhi perkembangan penyakit autoimun seperti multiple sclerosis.
Sebuah tim yang dipimpin oleh Dr Brigitta Stockinger telah mengidentifikasi mekanisme molekuler yang menghubungkan berbagai faktor-faktor lingkungan reaksi autoimun yang dalam sistem kekebalan yang menyerang sel-sel jaringan tubuh manusia. Hasil yang dipublikasikan online di alam.
Penelitian berfokus pada protein yang disebut aril hidrokarbon reseptor (AhR). Aktivasi AhR menyebabkan enzim yang dihasilkan yang terlibat dalam mengurangi efek dari berbagai bahan kimia beracun pada tubuh manusia. Banyak dari ini, seperti dioxin, yang dihasilkan dalam proses industri. Penelitian menemukan bahwa rangsangan AhR oleh faktor-faktor lingkungan bisa terlibat dalam perkembangan penyakit autoimun.
Para peneliti melihat efek yang AhR dan faktor-faktor lingkungan yang memiliki penyakit autoimun pada tikus.
Dr Stockinger berkata: '' beberapa faktor yang dapat mempengaruhi perkembangan penyakit autoimun, termasuk genetika, hormon, diet, kehadiran infeksi atau pajanan terhadap iritasi kimia dan lingkungan. Penyakit autoimun menjadi semakin umum di negara-negara industri dan kemungkinan bahwa ini terhubung dengan faktor-faktor lingkungan.'' AhR terdapat dalam sekelompok sel t pembantu disebut Th17 di mouse dan sistem kekebalan tubuh manusia. Sel t pembantu menghasilkan respons terhadap infeksi dengan merangsang sel imun yang menghasilkan antibodi dan orang-orang yang menghancurkan sel-sel yang terinfeksi lain.
Dalam keadaan normal, sel-sel Th17 penting dalam pemasangan reaksi imun terhadap infeksi jamur dan bakteri. Aktivitas Th17 sel juga merupakan penyebab dari beberapa penyakit autoimun yang termasuk multiple sclerosis dan rheumatoid arthritis.
Penelitian menemukan bahwa jika AhR diaktifkan pada tikus, sementara sel-sel Th17 sedang mengembangkan, meningkatkan jumlah sel-sel Th17 yang hadir dalam tubuh dan begitu potensi pengembangan penyakit autoimun ditingkatkan. AhR diaktifkan oleh faktor lingkungan.