Sebuah London, ilmuwan Kanada mempelajari cystic fibrosis (CF) telah berhasil mengoreksi cacat yang menyebabkan kelebihan produksi lendir usus pada tikus.
Penemuan oleh Dr Richard Rozmahel, seorang ilmuwan dengan Lawson Health Research Institute , berafiliasi dengan University of Western Ontario , memiliki implikasi yang jelas untuk memahami dan mengobati segi penyakit pada manusia. CF adalah penyakit, yang fatal genetik yang ditandai oleh kelebihan produksi lendir di paru-paru dan sistem pencernaan.
Rozmahel dan rekan-rekannya mengidentifikasi gen sekunder yang dapat memberikan kontribusi untuk CF, dan mengukur dampaknya pada penyakit. Lebih khusus, mereka sedang menyelidiki potensi gen yang ditemukan pada tikus,, mCLCA3 yang mirip dengan salah satu pada manusia yang menunjukkan tingkat abnormal di CF. Gen mCLCA3 diungkapkan oleh sel-sel yang memproduksi dan mengeluarkan lendir.
Para peneliti menemukan bahwa mCLCA3 memainkan peran penting dalam milik lendir, sehingga memungkinkan untuk dibersihkan daripada mengakibatkan penyumbatan yang mendasari CF. Dengan memperbaiki tingkat abnormal pada tikus CF mCLCA3 mereka mampu mengatasi lesi mukosa. Sedangkan tikus CF biasanya tidak bertahan lebih dari 4 minggu sebagai konsekuensi dari penyakit mukosa, hewan mana mCLCA3 tingkat dikoreksi bisa menjalani hidup normal.
"Ini harapan saya untuk memahami apa yang menyebabkan produksi lendir berlebihan dan sekresi pada pasien CF," kata Dr Rozmahel. "Dari sana, kita bisa mengetahui cara untuk memperbaikinya."