Published on November 24, 2008 at 10:08 PM
Sebuah studi baru dalam jurnal Hubungan Keluarga meneliti efek kontrol psikologis ibu terhadap risiko untuk depresi dari remaja Amerika Afrika.
Para peneliti menemukan bahwa anak yang ibunya memainkan permainan mental dengan mereka seperti membuat mereka merasa bersalah atau penarikan ekspresi cinta melaporkan tingkat jauh lebih tinggi gejala depresi dan tingkat yang lebih rendah dari agen pribadi.
Kontrol psikologis tidak mempengaruhi kesejahteraan psikologis anak laki-laki.
Jelani Mandara dan Crysta L. tombak memeriksa sampel 152 siswa Amerika Afrika di kesembilan melalui kelas dua belas di sebuah sekolah tinggi di sebuah kota Midwestern besar. Sampel terdiri dari 102 perempuan dan 50 laki-laki. Para peneliti menilai sejauh mana kontrol psikologis ibu memiliki efek pada gejala depresi.
Mandara dan tombak menyarankan bahwa, "Kunci untuk praktisi akan memberikan kesan kepada orang tua perlu menemukan keseimbangan antara otonomi psikologis dan regulasi perilaku di setiap tahap perkembangan anak-anak mereka."
http://www.wiley.com/wiley-blackwell
d6a937c7-3aa9-4a42-9c4c-1ad67b14b3f9|0|.0